CARA MENGHADAPI ORANGTUA YANG TOXIC
Hai guys, ini sudah beberapa hari sejak aku post kisah hidupku. Keadaanku saat ini masih belum baik - baik saja. Bahkan ibuku masih mencari celah untuk mencari masalah, tapi engga aku respon karna memang bener" sudah aku skip manusia seperti itu. Beginilah caraku menghargai dia sebagai orangtuaku.
Buat kalian yang juga punya hubungan keluarga yang rumit dirumah, kalian bisa coba cara menghadapinya seperti ini ya, karna aku juga belajar dari filosofi stoicism dan kalian bisa cari tau digoogle tentang paham stocism ya. Ini berguna dan efektif banget dikehidupanku, mulai dari menghadapi berbagai macam jenis manusia dikantor dan dirumah.
Semakin kamu skip manusia nya dengan tanpa memberikan respon apa pun, semakin kebakaran jenggot perasaan mereka karna mereka berpikir cara-cara mereka mengusik kita sudah tidak mempan karna sudah tidak mendapat respon dari kita.
Kalian yang mau share dan butuh dukungan juga bisa sharing ke aku ya, hanya saja saranku, kalian hanya butuh teman untuk memberikan semangat saja, engga perlu bercerita tentang bagaimana sifat orang tersebut karna jatuhnya jadi pembenaran diri.
Cukup diam, kalo udah ga tahan, carilah teman yang bisa nemenin kamu chat, becanda dan memberikan semangat tanpa menggunakan perasaan ya.
Saat ini aku sedang mencari kerjaan diluar negeri, karna belum sanggup menghadapi kehidupan disini. Mantan suamiku juga baik walaupun kami sudah tidak memiliki hubungan apa pun, tapi dia masih mau membantu mencarikan info" pekerjaan yang gaji nya cocok. Bahkan dia menawarkan untuk tinggal dirumahnya sementara waktu untuk menenangkan pikiran. Sekalian merencanakan kepulangan anakku kerumah bapaknya dan mengajari pengasuh baru untuk merawat anak kami nantinya.
Aku masih bersyukur walaupun ibuku memperlakukanku seperti musuhnya, seengga nya semua teman, rekan dan mantan suamiku semua ada disampingku untuk mendukungku. Mereka juga memberikan dukungan positif tanpa menghasut atau memperkeruh suasana.
Setelah aku bekerja nanti, akan kututup buku tentang orangtua ku dan menyibukkan diri dengan pekerjaanku sehari hari.
Aku juga akan melatih diri agar tidak pernah lagi memberikan perhatian dan kesempatan ke orang-orang yang memperlakukanku dengan sangat tidak baik.
Berat rasanya bila harus meninggalkan anakku lagi, tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi. Tidak semua hal bisa kugenggam dan kuatasi. Aku juga punya keterbatasan. Mungkin saat ini, inilah yang terbaik untuk diriku dan mentalku.
Disini kulalui hari-hariku dengan mengurus anak dan melatih kreatifitasku untuk mencoba hal-hal baru di sosmed seperti bikin short video yang isi nya random aja gitu.
Kalian yang punya orangtua yang baik, beryukurlah dan mengucap terima kasih sama Tuhan . Perlakukan mereka dengan sebaik mungkin.
Sekian cerita singkatku tentang orangtuaku. Next aku gamau lagi nulis tentang kisah ini lagi karna memang sudah tutup buku dan skip semuanya.
Terima kasih buat yang udah nyempetin membaca tulisanku ya..
Komentar
Posting Komentar