ORANGTUA JAHAT DIDUNIA

 First story setelah sekian lama tau blog, hanya ga tau aja mau post story apaan di blog.

DONT JUDGE, JUST READ

Kali ini setelah sekian lama bertahan dan mencoba menjadi yang terbaik dari seorang anak, ini saatnya berbagi cerita untuk dunia.

Tidak semua orangtua kandung baik, memihak pada anak dan mau yang terbaik untuk anaknya.

Bagi kalian yang memiliki orangtua yang baik dan tidak pernah menuntut apa pun dari kalian, mengucap syukurlah.

Aku sendiri menjadi korban kedua orangtua kandungku.

Aku dibutakan oleh rasa sayang sedari aku kecil ,rasa takut ditinggal oleh orangtua, rasa takut menghadapi dunia kecilku, rasa takut tidak dirawat oleh orangtua yang kusayangi.

Kami 2 bersaudara, aku dan abangku. Kami ditinggalkan oleh ayah dan ibu kami sedari kecil, kedua orangtua kami memiliki hubungan yang rumit seperti karakter keduanya yang rumit dan hanya ingin keuntungan masing - masing.

Ayah memilih tinggal di perantauan karna tidak nyaman tinggal di desa asalnya, belum lagi hubungan ayah dan ibu yang tidak harmonis. Ayah sempat pulang beberapa kali namun hanya sebentar dan berangkat kembali ( saat itu kami masih kecil dan belum mengerti bagaimana suasana dan hubungan kedua orangtua kami )

Kami tinggal dirumah kakek dan nenek dan memiliki art yang membantu merawat kami dikeseharian kami.

Kedua orangtua kami bahkan tidak pernah menghubungi kami hanya untuk menanyakan bagaimana hari" kami.

Ibu yang kesehariannya rajin kedapur menyiapkan makan untuk kami dan membersihkan dapurnya. Dimataku ibu sangat rajin didapur bahkan membantu art menyuci pakaian.

Masih teringat hangatnya cara ibu merawatku disaat itu walau hanya sebentar saja. Ibu bekerja dikantor asuransi dengan fasilitas kendaraaan roda 4 ke kantor, kendaraan milik kakek yang dibelikan paman yang tujuannya untuk kakek bepergian dan membawa kami cucu nya berjalan jalan kapan pun kakek mau.

Tiba - tiba saja dihari itu aku mendengar keributan dirumah kakek dan bibiku pun datang kerumah memberikan ancaman ke kami.

Dari hari itu ibu sudah tidak pernah pulang kerumah lagi dan mobil digarasi pun tidak pernah ada lagi.

Selang beberapa lama, ibu tiba - tiba datang ke sekolah kami mencari dan mengajak kami makan siang di kafe sebelah sekolah, kami sangat senang karna bisa makan sepuasnya makanan kesukaan kami nasi goreng special dan es krim goreng khas dikafe itu.

Beberapa kali ibu kami mengajak bertemu disekolah dan selalu menitipkan surat untuk kakek kami.

Aku bahkan dibutakan oleh setiap janji manis ibuku yang berjanji akan pulang kembali kerumah untuk tinggal bersama kami kembali bila kami menyampaikan titipannya ke kakek.

Kehidupan kami berubah drastis sejak saat itu (ibuku berulah) kami yang sudah tidak terawat dan nilai pelajaranku pun menurun bahkan sampai 2 kali tidak naik kelas ) aku terpukul dan hilang semangat untuk pergi ibadah dan belajar. 

Terkadang ibu masih menghampiri kami disekolah minta dibawakan perkakas dapur miliknya yang dia beli dan masih tertinggal dirumah kakek. Aku adalah yang paling rajin membawakan apa pun yang diminta ibuku, bahkan rice cooker pun kutenteng naik bus kesekolah, tidak perduli apa kata teman -  teman di dalam bus. Bahkan pernah ibu menyuruhkan menuangkan 2bungkusan berisi air dan ada bunganya kedalam teko minuman dirumah. Karna keingintahuanku saat itu, setelah kutuang sebungkus, kucicip sedikit minuman dari teko dan terasa aroma bunganya, dan akupun yakin kakek juga bakal tau. (mungkin dari kejadian ini kakek sangat tidak menyukaiku bahkan tidak pernah membelikanku apapun , sedangkan apa pun kemauan abangku selalu diturutin )

Bahkan pernah ibuku berjanji akan menjemputku disekolah, namun kutunggu hingga jam 9 malam ibu tidak datang. Aku bertemu guru sekaligus pendeta di sekolah kami yang mengenal baik ibuku.

Disaat menunggu ibu, satpam sekolah beberapa kali bertanya apakah aku membawa (titipan atau apalah itu) dan bahkan ketika guru menghubungi ibuku, guru tersebut juga menanyakan hal yang sama.

Setelahnya guru tersebut mengubungi kakekku dan menyuruhnya untuk datang menjemputku karna sudah larut malam aku menunggu ibuku di pos satpam. Kakek pun datang bersama pamanku menjemputku disekolah. Kejadian ini adalah yang paling kuingat jelas di ingatanku.

Setelah kejadian itu ibu mulai jarang mencari kami, sangat terasa kesedihan sebagai seorang anak yang merasa hanya memiliki seorang ibu saja disampingnya.

Meskipun sejak kecil ibu sering memukulku karena kesalahanku disaat masih kecil, bahkan pernah mengusirku 2 kali dari rumah. Namun sekejam kejamnya ibu dimataku saat itu, bukanlah masalah asalkan ibu selalu disampingku menemani tidurku. (sambil nangis ngetik bagian ini karna sedih sekali ampe ke tulang tulang kering karna besarnya rasa sayangku ke ibuku)

Setelah itu aku pun sering mendengar omelan dari bibiku yang tidak terima dengan kelakuan ibuku, mereka mengatakan ibuku membawa kabur mobil hingga meneror untuk memeras kakekku untuk bertahan hidup diluar sana, bahkan dihari H bibi datang mengancamku, dihari yang sama itu juga rekan ibuku mendatangi kakekku membawa samurai untuk meminta sejumlah uang. Dari yang ku tau rekan yang dimaksud itu adalah seorang anggota TNI yang tidak tau pasti apakah ada hubungan saudara atau tidak, namun ibu selalu bilang itu saudarannya ( ibuku adalah suku batak) jadi semua yang dikenal selalu di kenalkan "saudara".

Semenjak kejadian itu, setiap harinya aku mengambil kateringan untuk sayur dirumah, bibiku selalu mengomeliku dengan kata - kata kasar bahkan menyebutkan ibuku dengan sebutan wanita murahan dan nantinya bisa menurunkan sifat tidak baiknya ke aku.


Aku pun beranjak tumbuh menjadi anak broken home yang dirumah tidak akur dengan abangku dan selalu mencari kenyamanan di keluarga lain (keluarga teman - teman), bahkan aku sering menginap dirumah temanku berhari hari.

Dan kakek pun jatuh sakit, paru - paru hingga ujung kakinya mati rasa dan tidak dapat berjalan. Sempat dirawat di rumah sakit Malaysia setahun dan dirawat dirumah pamanku dipulau jawa selama setengah tahun, lalu pulang ke desa kakek. Aku pun sering merawat kakek dan membantunya untuk berbalik badan karna kakek hanya bisa berbaring ditempat tidur, untuk berbalik miring pun kakek tidak bisa. Hingga saat-saat terakhirnya kakek tiba - tiba berubah menjadi dangat baik padaku. Membelikanku beberapa pakaian, sandal dan apa yang aku mau.

Singkat cerita, 

Pendidikanku pun tidak lulus SMA. Bahkan percintaanku juga tidak mulus, 2kali gagal dalam pernikahan dan memiliki 1 anak di pernikahan terakhir. Ini membuat luka trauma mendalam dihidupku yang harus kulalui.


Sampai saat ini, ibuku sudah tinggal di desa kakekku, dirumah abangku. Aku yang memiliki kehidupan yang rumit diluar sana, akhirnya ibuku menghubungiku dan menyuruhku pulang saja tinggal bersamanya. Dengan dan tanpa kubawa anakku pun yang penting aku pulang ke rumah kata ibuku. 


Sebelumnya disaat anakku berusia 1tahun aku pernah pulang kerumah abangku karena masalah dirumah tanggaku, namun belum 1 bulan ibuku berulah dan mengusir anakku dari rumah abangku, karna saat itu anakku sudah kutinggal pergi kerja diluar kota dan kusediakan art nginap untuk mengurus anakku, ibuku tidak terima karna aku menyewa jasa art untuk anakku. Aku tidak yakin ibuku sanggup mengurus anakku sendirian diusia anakku masih 1tahun, ibuku merokok didalam rumah, bangun pagi saja tidak pernah, dan moodi. Setidaknya niatku baik tidak mau menyusahkan ibuku.


Setelah ibuku mengusir anakku, akupun pulang dari luar kota untuk menjemput anakku. Disaat aku memeriksa kamarku dirumah abangku, ternyata semua barang - barangku sudah ditumpuk diatas kasurku. Betapa sakit dan hancurnya perasaanku. Sebelumnya abangku pernah berselisih paham dengan ibuku hingga ingin mengusirnya dari rumahnya, namun niat itu kuhadang karna ibuku sudah tua dan tidak ada saudara nya yang mau menampungnya seperti sebelum abangku membeli rumah.


Dan ini kedua kalinya ibuku memperlakukanku seperti itu, dibulan juli 2025 aku pulang kerumah abangku, belum 1bulan ibuku sudah memusuhiku. Bahkan menuduh anakku merusak barangnya yang tidak pernah kami melihat barang tersebut disentuh anakku, dan menuduhku merusak kendaraannya, tuduhan tersebut kudengar denga telingaku sendiri saat dia dihubungi abangku untuk memberikan kunci mobil abangku untukku. Ibuku sangat tidak menerima hingga menuduhku.

Disaat itu juga perlahan hari demi hari dari kejadian itu, aku semakin sadar, ibuku tidak pernah menyayangiku, hanya memanfaatkanku sedari aku kecil. 

Aku baru menyadari sifat ibuku diumurku yang segini. Sempat berkali - kali aku membuka pintu komunikasi yang baik ke ibuku namun berkali - kali ibu merusak hubungan kami dengan tingkah lakunya itu. Bahkan beberapa kali ada yang janggal disaat saudara dari ibuk bertanya hal - hal aneh kepadaku, pikirku mungkin ibu sering mengarang cerita tentangku ke saudaranya.

Namun sekarang aku sudah tidak menganggap siapapun yang dianggap ibuku saudaranya, saat ini aku hanya berjuang dengan hidupku tinggal serumah dengan ibuku. 

Bahkan disaat ibuku tau aku akan membuka toko online dirumah pun dia tidak mendukung dan sering mencari - cari celah untuk mengeluhkanku. Dan sejak saat itu pun aku sudah tidak menggapnya, meskipun kami tinggal serumah.

Jiwaku sudah sangat lelah berjuang sendiri untuk hidupku sedari kecil, saat ini aku hanya fokus ke masa depanku dan anakku, sisanya hanyalah debu yang nantinya akan sia sia.

Berat untuk menerima kenyataan ini, kenyataan dimana aku adalah anak yang tidak diinginkan ibuku, belum lagi kenyataan - kenyataan pahit lainnya. Saat ini sudah kututup buku masa laluku, yang kulihat hanyalah jalan yang akan kulalui didepanku.

Aku bersyukur Tuhan menunjukkan bagaimana porsiku di manusia. Tiap malamku hanya berdoa kepada Tuhan dan mencari Tuhan agar hidupku tidak berantakan dan tetap memiliki prinsip hidup dan pribadi yang benar dihadapan Tuhan.

Saat ini anakku berusia 5tahun dan belum bisa berbicara, dan aku berjuang sendiri untuk kehidupan kami.

Dan saat ini pun aku masih berjuang atas kebahagiaanku sendiri, dan sudah berdamai dengan keadaan. Segala hal yang mengusik hati dan pikiranku, akan aku skip.

Bagi kalian yang masih berjuang dengan kehidupan dari segi apa pun itu, semangat ya!!! Have a nice and lucky day..

Terima kasih sudah membaca.

Komentar

Postingan Populer